Bab 2
Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan
Periferal
Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Booting
pada PC Melalui POST
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan
oleh PC untuk mengecek
fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan
PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat
terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan
pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker
atau tampilan visual di monitor. Selain itu
pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup
walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan,
dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi
pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan
tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur
yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa
perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada
dasarnya tetap sama.
Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer
dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Urutan prosedur
POST adalah sebagai berikut :
§ Test
Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas
pendingin power supply
berputar.
§ Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja
CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam
kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai elaksanakan instruksi
awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
§ Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus
dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program
POST.
§ Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat
bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup
(seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk
pengecekan.
§ Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan),
kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
§ Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat
dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
§ Pengecekkan I/O controller dan bus controller.
Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write
data Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak
berhasil dilewati maka PC akan
menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode
beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau
tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Pesan/Peringatan
Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa
tampilan performance PC, visual di monitor dan beep
dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka
gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk
memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap
ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun
hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila
ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan
BIOS yang digunakan.
Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada
prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam
bentuk suara.
Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat
dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan
bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam
keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui
masalah yang ada dengan membaca text peringatan.
Misalnya yaitu:
- Keyboard error untuk masalah pada keyboard
- CMOS error CMOS battery error atau ada masalah pada setting peripheral
- HDD not Install harddisk
tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang
ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
Langkah-langkah
mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan
Kesalahan melalui POST (Power on Self-Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi
pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus
memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST
yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan
diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan,
termasuk setting pada BIOS nya.
Pengenalan Pesan/Peringatan Kesalahan Saat Aktifasi Sistem Operasi dan Menjalankan Aplikasi Program
PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test)
dinyatakan memiliki hardware dan instaslasi yang baik. Tetapi untuk mengetahui
kemampuan dan kinerjanya perlu dilakukan tes. Jika terjadi permasalahan,
maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan yang berhubungan dengan kinerja PC misalnya pada
sistem operasi, saat proses menjalankan suatu program aplikasi, posedur mematikan komputer, dan lain-lain.
Permasalahan yang terjadi pada saat komputer
telah lolos dari POST akan lebih komplek karena melibatkan fungsi perangkat
keras dan lunak yang lebih luas terutama perangkat lunak. Sehingga kemungkinan
kesalahan akan semakin banyak. Karena secara umum komponen perangkat keras pada
sistem PC tidak ada perubahan, tetapi perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam
dan dimungkinkan akan sering berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC
dibagi menjadi 2 yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem
operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola
semua sumberdaya sistem komputer di antaranya perangkat keras, program
aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan
baik. Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan
oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik,
menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain-lain. Program aplikasi yang
dimaksud disini adalahsemua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya
program aplikasi seperti perkantoran, bahasa pemrograman, virus, utility
dan lain-lain. Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa
adanya sistem operasi, karena sistem operasi akan menghubungkan fungsi-fungsi
hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA adapter,
monitor, port untuk pencetakan di printer dan lain-lain. Sehingga jika
dianalogikan dengan bangunan maka sistem operasi sebagai tanah dan program
aplikasi sebagai bangunan atau apa saja yang dibangun di atasnya.
Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu
banyak, di antaranya yang diproduksi oleh Microsoft seperti Dos dan
Windows dalam beberapa aplikasi dan versi Windows 3.1, 3.1.1, 95,
97,98, Millenium, XP, NT, 2000 sampai dengan versi 2003. Sedangkan yang lain
adalah UNIX, Linux dan variannya dan lain-lain. Program Aplikasi di antaranya
Microsoft office, bahasa pemrograman turbo pascal, delphi, anti virus dan
utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan
instalasi perangkat keras, sistem operasi yang digunakn, program aplikasi yang
dipasang, manajemen memori, gangguan dan serangan dari luar seperti virus,
spyware, hacker dan lain-lain. Gejala-gejala yang ditimbulkan akan membantu
user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang muncul.
Aktifasi Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan dalam test ini
adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
§ Menghidupkan PC.
§ PC melakukan POST pada saat booting dan harus
dapat dilewati.
§ PC
mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting BIOS, misal
CDROM, HDD lalu Diskdrive.
§ PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui
dengan menjalankan file-file sistem yaituMS Dos.sys,IO.sys, Himem.sys dan
command com.
§ Jika proses d) berhasil maka
selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.
§ Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu
file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.
§ Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.
§ Pengecekkkan kondisi hardware melalui device
manager.
§ Pengecekkan kondisi Start Up menu dan
fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengkopi file, memindah file,
mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.
§ Pengecekkan prosedur shutdown.
Penyimpangan Fungsi Peralatan Input/Output
PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test)
dianggap secara hardware dan instaslasinya baik. Tetapi untuk mengetahui
kemampuan dan kinerjanya perlu dilaksanakan tes. Khusus untuk perangkat keras,
PC menyediakan saluran Input dan Output, diantaranya yaitu :
v Serial Port yaitu saluran yang menyalurkan data
input/output secara serial atau COM.
v Paralel Port yaitu saluran yang menyalurkan data
input/output secara paralel atau LPT.
v USB Port atau Universal Serial Bus yaitu port
serial yang bersifat Universal (umum).
v Expantion Slot yaitu slot yang digunakan untuk
menancapkan (memasang) card peripheral tambahan. Slot ekspansi ada 3 macam ISA,
EISA, PCI dan AGP.
v Selain itu termasuk juga saluran atau port untuk
mouse dan keyboard, VGA dan lain-lain yang terhubung dengan peralatan di luar.
Pada saat POST dilakukan sebenarnya sebagian
peralatan I/O sudah dicek, tetapi untuk lebih mudah dalam memeriksa dan
mengenali permasalahan pada I/O bisa kita lakukan pada saat di dalam sistem operasi
dengan cara mencoba fungsi-fungsinya.
I/O bekerja sebagai sebuah perangkat keras yang
dikontrol oleh perangkat lunak untuk menyalurkan data-data digital. Sehingga
baik perangkat keras maupun perangkat lunak akan saling mendukung kerja I/O. Di sini POST akan mencatat dan
menguji unit I/O yang terpasang dan sistem operasi akan mengaktifkan
fungsi-fungsi I/O tersebut agar dapat digunakan untuk program
aplikasi. Adapun gejala yang
ditimbulkan sebagai tanda adanya masalah pada unit I/O sangat beraneka macam,
seperti : alat tidak bekerja dengan baik, informasi di layar, kode beep,
dan lain-lain.
Prosedur
Test
Untuk lebih mudahnya test
dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan eksternal, yaitu printer yang
terpasang pada paralel port atau USB port, mouse PS2 dan serial, Monitor yang
selalu terpasang di card VGA, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD
ROM drive. Dan dengan Program Aplikasi misalnya Microsoft word dapat dicoba
beberapa kemungkinan kesalahan. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan
adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang
pada port yang sesuai. Khusus mouse sebaiknya bergantian
(PS/2 atau
COM 1 atau COM 2, atau USB).
2) Booting komputer, POST
akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak
ada
masalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik.
3) Pengecekkan fungsi
Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan
pada layar monitor, jika tidak ada masalah maka setting layar monitor
dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan paralel port
dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan
disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
Test dilakukan termasuk dengan mengecek
driver dari peralatan yang dihubungkan dengan I/O. Karena bisa saja sesuatu
peralatan atau komponen yang dipasang dapat bekerja, tetapi tidak optimal
karena driver yang digunakan belum sesuai dengan peralatan.
Pesan/Peringatan
Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui
melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan
yang terpasang di I/O. Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan
didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC.
Selain beberapa gejala kerusakan yang telah
disebutkan dapat pula dikenali dan didentifikasi sebagai masalah yaitu
informasi yang ditampilkan oleh komputer jika ada masalah. Seperti komentar Disk
Not Found, No Printer Install dan lain-lain. Komentar sesuai dengan maslah
yang timbul.
Langkah-langkah
mengenal dan Mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi
pesan/peringatan kesalahan, kita harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat
booting, aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi, mencoba
peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting
peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja tidaknya I/O atau peralatan
I/O yang terpasang.
Klasifikasi,
Identifikasi, dan Penentuan Hipotesa Awal Penyebab Masalah Klasifikasi Permasalahan Pengoperasian PC
Permasalahan komputer dapat
diidentifikasi melalui POST dan melihat gejala-gejala yang dimunculkan oleh PC
baik melalui beep, pesan secara visual di layar monitor dan kinerja
secara internal (di dalam PC sendiri) maupun eksternal (dengan bantuan
peralatan di luar PC). Permasalahan PC dapat diklasifikasikan
menjadi 2 kelompok yaitu : hardware / perangkat keras dan software / perangkat
lunak.
a) Hardware /
Perangkat keras
Masalah pada
perangkat keras diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Internal
No.
|
Komponen
|
Gejala Kerusakan
|
1
|
Monitor
|
·
Monitor mati
·
Monitor blank
·
Monitor menampilkan gambar tidak proporsional
· Warna
tampilan tidak sesuai aslinya
·
Monitor berkedip-kedip
|
2
|
Motherboard
|
· CPU
mati
·
Komputer cepat panas dan atau hang
·
Kinerja komputer lambat
· Tidak
dapat shuddown
·
Komputer selalu meminta setup cmos
|
3
|
Port
Paralel (LPT)
|
· Tidak
dapat mencetak di printer
· Tidak
dapat melakukan hubungan komunikasi
dengan
computer lain melaui Laplink dengan
parallel port
|
4
|
Port
Serial
|
· Mouse
melalui serial port tidak dapat digunakan
·
Peralatan eksternal lain yang melaui serial port
tidak dpat digunakan,
seperti modem eksternal
|
5
|
Port
Game
|
· Tidak
dapat atau akses melaui joystick yang
terpasang
di port game kacau
|
6
|
Port
USB
|
· Mouse atau perlatan eksternal lain yang
terpasang di
port USB tidak dapat bekerja tau kacau.
Peralatan lain
seperti printer, flash memory, scanner,
kamera
digital.
|
7
|
VGA
Card
|
· Gambar kacau
· Setting tidak maksimal
· Tidak dapat mengakses program tertentu
· Akses grafik lambat
|
8
|
Sound
Card
|
· Tidak ada atau kacau suara yang keluar di speaker
aktif
|
9
|
RAM
|
· Memori yang terbaca pada saat POST tidak Sesuai
· Akses program lambat
|
10
|
Prosessor
|
· CPU mati
· Prosessor cepat panas
·
Prosessor sering Hang
|
11
|
Dll.
|
2. Eksternal
No.
|
Komponen
|
Gejala Kerusakan
|
1
|
Printer
|
· Printer mati
· Selalu muncul warning di monitor
· Mencetak tidak sesuai setting
· Catridge/pita tidak terdeteksi
· Tinta/pita habis atau buram
· Print kertas double
|
2
|
TV
tuner
|
· TV tuner mati
· Gambar tidak jelas
· Tidak dapat menyipan ke memori
· Suara tidak ada
|
3
|
Modem
|
· Modem mati
· Tidak dapat menghubungi provider (ISP)
· Akses internet lambat
|
4
|
Scanner
|
· Scanner mati
· Tidak dapat membaca berkas/blank
· Hasil scan pecah-pecah
|
5
|
Flash
memory
|
· Flash memory mati
· Tidak terdeteksi oleh system operasi
· Tidak dapat membaca/menulis/menghapus data.
|
6
|
Kamera
digital
|
· Kamera mati
· Tidak dapat membaca berkas/blank
· Hasil foto pecah-pecah
|
7
|
CD/DVD
ROM Read/Write
eksternal
|
Tidak
dapat membaca/menulis /memformat
CD/DVD
|
8
|
Dll
|
b) Software / Perangkat
lunak
Masalah pada
perangkat keras diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :
(1) Perangkat
lunak BIOS
Chip BIOS (Basic Input Output
System) biasanya berupa EEPROM yang berisi program system mendasar dari
komponen I/O, termasuk di dalamnya POST. Sebagai sebuah program BIOS juga dapat
mengalami masalah di antaranya yaitu :
§ Komputer mati
§ Komputer hidup tapi blank atau tidak
ada tampilan di layar dan tidak ada aktivitas.
§ Komputer tidak dapat di setting
hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan.
(2) Sistem
Operasi
Sistem operasi merupakan suatu
perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya
sistem komputer, diantaranya yaitu : perangkat keras, program aplikasi, dan
user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja.
(3) Program
aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat
lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau
aplikasi tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik
dan lain sebagainya. Program aplikasi yang dimaksud adalah semua perangkat lunak
selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti: perkantoran,
termasuk bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pengelompokkan ini
belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Klasifikasi gejala permasalahan yang
muncul dapat pula dilakukan berdasarkan kerusakannya, misalkan dengan urutan
komputer mati, booting sampai dengan menjalankan aplikasi.
Identifikasi
Kemungkinan Penyebab Permasalahan
Berdasarkan
klasifikasi permasalahan yang ada maka kemungkinan penyebab dapat
diidentifikasi dengan cara melokalisir permasalahan sehingga ruang lingkup
kemungkinan kerusakan menjadi lebih sempit baik secara hardware maupun
software, karena dalam banyak masalah keduanya saling terkait. Sebagai contoh,
yaitu : hard disk tidak terdeteksi oleh PC, kemungkinan kerusakan ada disekitar
hard disk yaitu :
Ø Hardware :
§ Hard disk, setting
jamper hard disk
§ Kabel data dan power ke
hard disk
§ Bus I/O pada motherboard
Ø Software :
§ BIOS setting
Bagian-bagian yang sudah
diidentifikasi dapat dilakukan pengecekkan, sebaiknya dilakukan dari hardware
dulu, baru software. Dengan cara melokalisir seperti di atas dimungkinkan
permasalahan akan relatif cepat diketahui.
Menentukan
Hipotesa Awal Penyebab Masalah
Hasil dari identifikasi,
dimana kemungkinan masalah sudah diketahui. User dapat memperkirakan dan
menentukan hipotesa awal penyebab dari permasalahan.
Untuk mendukung
menentukan hipotesa awal user harus mengetahui semua komponen dan fungsinya
pada sistem komputer, serta beberapa data kemungkinan penyebab kerusakan
komputer, misalnya tegangan AC tidak stabil, debu yang lembab
di motherboard komputer, head pembaca disk yang kotor dan
lain sebagainya. Selanjutnya dapat dilakukan pemikiran sebab akibat yang
terjadi.
Sebagai contoh :
Diskdrive
tidak dapat membaca disket, lampu disk hidup saat proses
pembacaan disket :
Kemungkinan kerusakan
pada :
Ø Disket:disket sudah
rusak/kotor pada lempengan data
Ø Head disk drive kotor:
kemungkinan disebabkan debu menempel di head disk drive
Ø Motherboard, kabel data:
kemungkinan karena soket kabel data sudah aus/tidak kencang atau ada yang putus
Dengan melihat hubungan
sebab akibat user dapat menentukan hipotesa awal untuk mempermudah perbaikan.
Pemeriksaan PC Berdasarkan Urutan yang
Telah Ditentukan
Untuk mendiagnosis
permasalahan komputer, pada modul sebelumnya telah dilaksanakan beberapa
bagian. Jika penyelesaian tersebut disusun, maka akan mejadi serangkaian
langkah yang terstruktur.
Adapun
langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi
permasalahan : Masalah yanga ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur,
diantaranya, melalui POST.
2. Menganalisis
permasalahan : Pesan/peringatan kesalahan yang
ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer dianalisis
letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
3. Mengklasifikasikan
permasalahan : Melakukan pengelompokkan permasalahan,
dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu
sendiri.
4. Menentukan hipotesa awal
penyebab masalah : Dengan mengklasifikasikan suatu
permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan
penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari
cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan
mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
5. Mengisolasi permasalahan
: Masalah yang sudah diklasifikasikan,
difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan
tidak terjadi salah dalam menangani masalah.
6. Misalkan kerusakan
terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah
VGA Card.
7. Selanjutnya dapat
dilakukan tindakan perbaikan
Prosedur
Test
Untuk lebih mudahnya
test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, seperti
printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse yang terpasang
pada port PS/2 atau serial, monitor yang selalu terpasang di card VGA, disket
untuk pengujian diskdrive. dan CD untuk CD ROM drive.
Adapun urutan prosedur test
yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Ø Semua peralatan dipasang
sesuai port yang dibutuhkan. Khusus mouse sebaiknya dipasang
pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
Ø Booting Komputer, POST
akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka
semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik. Khusus mouse sebaiknya dipasang
pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
Ø Pengecekkan fungsi
Keyboard dan Mouse.
Ø Pengecekkan tampilan
pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat
dimaksimalkan.
Ø Pengecekkan port paralel
dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
Ø Pengecekkan pembacaan
disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
Ø Pengecekkan
kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. Instalasi
komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas
dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu)
kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
Ø Pengecekkan pada PC,
apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal
kembali.
Ø Mengidentifikasi
permasalahan.
Ø Menganalisis
permasalahan.
Ø Mengklasifikasikan
permasalahan.
Ø Menentukan hipotesa awal
penyebab masalah.
Ø Mengisolasi
permasalahan.
Apabila
dalam tes terdapat permasalahan maka lakukan langkah 9 sampai dengan 13.
Sebelum melakukan percobaan, komputer dipastikan dalamkeadaan baik dan peserta diklat membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting
driver peralatan baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar