Bab 5 :
Melakukan Perawatan PC
1.
Menyiapkan perawatan PC
1) Pendahuluan
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung
dari sebuah PC. Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen
memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan. Walaupun komponen PC
terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat
mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk
membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang
sederhana seperti :
§ Penyedot debu mini
§ Kain kering atau tisu
§ Cairan pembersih / cleaner
§ Disk cleaner
§
Cd Cleanet
Sedangkan
untuk alat perlu disediakan :
§ Obeng
§ Tang
§
Kuas
2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan
komponen PC
a) Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang
digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih.
Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang
beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada
komponen. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di
mainboard dan di sudutsudut casing komputer.
b) Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan
kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih
segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera
dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat
mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatal pada komponen PC. Sedangkan
Cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah
mengering seperti percikan dari tinta printer.
c) Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk
membersihkan debu atau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan
debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk
membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.
d) Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk membersihkan head
dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy
drive. Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang piringannya
diganti dengan kertas tisu.
e) CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk
cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan
pembersih dengan memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner hanya
terletak pada bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau
sirip yang dipasang pada disk.
f) Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para
teknisi komputer, karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen
dalam PC.
g) Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan
perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak
digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk
tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.
2.
Melakukan perawatan PC
1) Prosedur Pembersihan Komponen pada
Periferal
Untuk melakukan pembersihan komponen pada PC harus
melalui cara atau prosedure tertentu. Antara satu komponen dengan komponen yang
lain berbeda sehingga memiliki urutan atau aturan tersendiri dalam metode
pembersihannya. Berikut beberapa komponen PC yang perlu dilakukan perawatan :
a) Casing
Casing dapat diibaratkan dengan bangunan atau rumah, dari
sebuah komputer, sehingga kekuatan dan keindahan sebuah komputer secara fisik
terletak pada casing PC. Pada casing PC biasanya terdapat power supply, fan dan
led indikator beserta saklar atau tombol-tombol power dan reset. Permasalahan
yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan
casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Kotoran tersebut selain
menggangu keindahan juga dapat berdampak jelek pada fan dan komponen lain pada motherboard.
Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin. Alat yang digunakan untuk
membersih kan case komputer cukup dengan kuas atau dengan penyedot debu mini.
Untuk bagian sudut terutama bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang
mudah lepas akibat hentakan terutama pada bagian kabel untuk tombol saklar.
Pada bagian belakang yang perlu dibersihkan adalah pada bagian ventilasi atau
tempat fan. Karena disinilah debu semua mengumpul akibat hembusan angin yang
dibawa oleh fan.
b) Floppy Drive
Floopy drive atau disk
drive merupakan komponen komputer yang digunakan untuk penggerak floopy atau
disket sebagai media penyimpan data.
Disk drive sangat mudah
terkena debu atau kotoran yang terbawa oleh disket sehingga dapat menganggu fungsionalitas
disk drive. Gejalagejala yang muncul akibat disk drive kotor adalah disket
tidak dapat dibaca dan kadang-kadang error. Cara untuk membersihkan disk drive cukup
dengan disk cleaner.
Langkah-langkah
pembersihannya adalah sebagai berikut:
§ Operasikan sistem
komputer.
§ Masukkan disk cleaner yang
telah diberi cairan pembersih ke drive A.
§
Pilih drive A:\ sehingga komputer akan membaca drive A. Karena piringan
disket diganti dengan kertas tisu yang diberi cairan pembersih maka head akan
tersentuh oleh tisu tersebut sehingga akan membersihkan head dari kotoran debu
atau kotoran yang lain.
c) CD-Rom dan CD-RW
CD-Rom atau CD-RW
merupakan alat yang umum digunakan saat ini untuk membaca dan menulis data ke
CD. CD-Rom dan CD-RW merupakan komponen yang sangat murah dibandingkan dengan
data yang dapat disimpannya. Masalah yang sering mengganggu pada CDROM dan
CD-RW terletak pada optik atau lensanya. Langkah yang digunakan untuk
membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan
menggunakan CD cleaner. Prinsip kerja dari CD cleaner mirip dengan disk
cleaner, hanya bentuknya saja yang berbeda.
Langkah-langkah
pembersihannya adalah sebagai berikut:
§ Operasikan sistem komputer
§
Masukkan CD cleaner, CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang
melekat pada disk atau piringan akan menyikat optic atau lensa pada CD-Rom atau
CD-RW.
d) Hard Disk
Hard disk merupakan komponen yang penting dalam
sebuah komputer, karena sistem operasi dan semua program beserta data-data tersimpan
dalam harddisk. Hard disk merupakan barang yang mudah rusak. Untuk melakukan
perawatan dilakukan dari sisi hardware dan software.
Untuk perawatan hard disk
dari sisi hardware, perlu ditambahkan sebuah fan untuk mengurangi panas pada
hard disk. Fan ini sangat direkomendasikan untuk hard disk dengan kecepatan
7200 rpm ke atas. Selain itu perlu diperhatikan pengaturan kabel data agar
sirkulasi udara dapat berjalan lancar.
Untuk perawatan dari sisi software, cukup dengan
tool-tool yang telah tersedia ketika menginstall sistem operasi. Tool tersebut
meliputi scandisk, dan disk defragmenter. Selain tool tersebut juga terdapat tool
yang digunakan untuk melakukan low-level format. Low level format digunakan
untuk melakukan konfigurasi ulang pada hard disk meliputi pengaturan head,
cylender, dan sector. Low level format merupakan format dari segi fisik. Untuk
masing-masing merk hard disk memiliki program tersendiri untuk low level
format. Untuk merk Seagete mengggunakan SGATFMT4, Quantum menggunkan zerrofill atau
zdisk, maxtor dengan mud dan untuk western digital dengan wd_diag.
Scandisk adalah tool yang digunakan untuk
memeriksa struktur file sistem, tabel lokasi file (file allocation table), dan
dapat untuk mengetahui ada tidaknya bad sector. Scandisk akan berjalan dengan otomatis
setiap start jika komputer tidak dimatikan dengan benar atau terjadi kegagalan
listrik. Disk defragmenter adalah tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi fragmentasi sebuah space hard
disk. Disk defragmenter perlu dilakukan secara berkala hal ini akan
meningkatkan performa sistem dan ruang hard disk.
e) VGA Card
VGA card atau sering
disebut display adapter adalah komponen komputer yang difungsikan untuk
mengolah grafik untuk ditampilkan ke dalam layar monitor. Masalah yang sering
timbull dalam VGA card adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk mengurangi
panas yang berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya.
Sebagai perawatannya perlu dilakukan pembersihan
dari debu atau kotoran yang lain. Untuk membersihkan fan dan heatsink cukup dengan
kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus disesuaikan
dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering bermasalah pada fan yang
berisik atau berbunyi dengan keras.
Masalah ini bersumber pada
fan yang tidak kencang atau putaran fan tidak stabil. Selain itu juga dapat
disebabkan dudukan fan yang tidak kuat sehingga tidak dapat menopang fan dengan
baik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan, dan mengencangkan
posisi fan dengan tepat sesuai dengan posisinya.
f) Memori
RAM merupakan komponen primer dalam sebuah
komputer. RAM bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Besar kecil
nya kapasitas RAM tergantung dari kebutuhan sistem yang akan digunakan oleh
program. Semakin besar kapasitas RAM maka akan semakin cepat dan stabil program
tersebut dijalankan. RAM bermacam macam jenisnya diantaranya yang masih beredar
adalah sebagai berikut :
EDO RAM (banyak dijumpai
pada komputer lama dan mulai jarang ditemukan), SDRAM, DDR SDRAM, dan RDRAM.
Antara jenis-jenis tersebut berbeda bentuk fisik dan slot pad motherboard nya.
RAM perlu dilakukan perawatan agar selalu bekerja dengan optimal. Gangguan pada
RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya, dimana jika RAM sering dilepas
dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak
akibat listrik statis. Untuk membersihkan RAM dari korosi akibat sentuhan
tangan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih atau cukup dengan karet
penghapus dengan cara menggosokan pada kaki RAM. Selain itu juga perlu
diperhatikan pemasangan pada slot RAM, perlu dipastikan RAM tertancap dengan
sempurna karena jika tidak, maka selain RAM tidak terdeteksi oleh sistem juga
dapat mengakibatkan kerusakan RAM.
g) Power Supply
Power supply merupakan jantung dari sebuah
komputer, karena semua sumber daya listrik dari komponen komputer disupply dari
power supply. Power supply berfungsi mengubah arus AC menjadi arus DC untuk
didistribusikan ke berbagai macam komponen pada komputer. Daya power supply
berkisar 150 watt sampai 350 watt. Untuk daya 150 watt sudah jarang dijumpai
karena hanya digunakan untuk komputer yang sederhana tanpa banyak komponen
tambahan. Sedangkan jika dalam sebuah komputer yang memiliki beberapa banyak
komponen misal: CD-ROM, CD-RW, dan menggunakan banyak hard disk
direkomendasikan menggunakan power supply 300 watt atau lebih besar.
Perawatan yang perlu
dilakukan untuk merawat power supply adalah dengan memperhatikan kelancaran fan
pada power supply. Karena fan inilah yang mampu mengurangi panas pada power
supply. Selain itu perlu ditambahkan sebuah alat yang sering disebut stabilizer
tegangan, karena dengan alat ini akan meringankan kerja dari power supply
sehingga akan mengurangi panas yang dikeluarkan oleh power supply.
h) CPU (Central Processing Unit)
Komponen ini merupakan otak dari komputer,
kecepatan dan kecerdasan prosessor tergantung dari kecepatannya (dalam satuan hz).
Kecepatan prosesor sangat berkembang dengan cepat sampai saat ini sudah
mencapai 3.04 GHZ.
Prosessor memerlukan
pendingin sangat ekstra. Pendingin prossessor terdiri dari heatsink dan fan
pendingin. Prosessor merupakan komponen yang paling panas sehingga perlu
dimonitor setiap saat. Untuk perawatan pada prosessor adalah dengan
memperhatikan tata letak fan sehingga udara dapat berputar dengan lancar.
Kemudian perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi (minimal 5400 rpm)
dan juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas yang baik,
seperti tembaga dan aluminium. Jika sering melepas prosessor jangan lupa untuk
selalu mengoleskan silicon grease agar penghantaran panas lebih lancar.
i) Motherboard
Motherboard merupakan tempat dari semua komponen
komputer terpasang. Motherboard digunakan untuk menghubungkan antara komponen
satu dengan yang lain. Antara motherboard yang satu dengan yang lain berbeda
tergantung dari chipset yang digunakan dalam motherboard tersebut. Fitur yang
ditawarkan oleh motherboard sangat beragam mulai dari soundcard onboard, LAN
onboard, VGA onboard dan masih banyak fitur yang lain. Semakin banyak fitur
yang terdapat dalam motherboard maka semakin banyak panas yang dihasilkan oleh
motherboard.
Perawatan yang dilakukan
pada motherboard adalah dengan menjaga suhu dari motherboard, yaitu dengan
memperlancar sirkulasi udara pada system. Karena motherboard tempat
tersambungnya berbagai komponen maka kabel-kabel yang tersambung perlu diikat
dengan pengikat kabel, selain akan menambah rapi juga akan membuat sirkulasi
udara menjadi lancar.
Untuk gangguan dari debu dan sarang serangga cukup
dibersihkan dengan kuas atau penyedot debu mini dengan menyesuaikan ukuran sikat
pada sudut yang sempit, jangan sampai mengganggu komponen yang terpasang,
seperti RAM dan prosessor.
j) Expansion Card
Expansion card merupakan
komponen tambahan yang terpasang pada komputer. Expansion card dapat berbagai
macam jenis dan fungsinya.
Contoh expansion card adalah seperti card LAN, soundcard, tv tunner, VGA
card dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut jenisnya terdiri dari PCI, ISA,
dan AGP.
Untuk perawatan expansion
card, perlu diperhatikan kaki-kakinya dari pengaruh korosi akibat sentuhan
tangan atau penyebab yang lain. Perawatannya cukup dengan cairan pembersih
korosi atau denganmenggosok dengan karet penghapus. Selain itu perlu juga dipastikan
expansion card terpasang dengan kuat dan sempurna.
3. Memeriksa hasil
perawatan PC
1) Kondisi yang perlu diketahui dari
komponen.
Dalam mendiagnosis
kerusakan pada komponen komputer, terlebih dahulu perlu diketahui keadaan
normal dari komponen tersebut.
Berikut kondisi dari masing-masing komponen yang
perlu diketahui:
a) Casing
Casing komputer jarang mengalami gangguan karena
fungsinya hanya sebagai tempat atau pelindung dari komponen komputer. Sehingga kondisi
yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan keindahan dari case
komputer. Selain itu dalam sebuah case masih terdapat beberapa komponen seperti
fan, saklar dan led indikator. Untuk mengetahui kondisi dari komponen ini perlu
dilakukan pengecekan langsung di dalam case komputer. Perlu diperhatikan kabel
saklar dan led perlu ditata atau diikat dengan rapi . Kebersihan dari case
perlu diperhatikan karena case sangat mudah kotor dari debu dan sarang serangga.
b) Diskdrive
Untuk mengetahui kondisi
diskdrive dapat dilakukan dengan mencoba memasukkan disket. Pastikan disket
yang digunakan adalah disket yang bagus dan sudah di coba di diskdrive yang
masih bagus. Hasil dari pembacaan disket dapat diamati dari lama tidaknya
membaca disket dan suara yang dihasilkan ketika membaca disket. Jika pembacaan
file cepat dan suara yang dihasilkan halus maka disk drive dipastikan masih
bagus. Dan jika suara yang dihasilkan sangat keras dan sering mengalami
kegagalan dalam membca file, diskdrive sudah mengalami gangguan sehingga perlu
dilakukan pengecekan. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam diskdrive
yaitu lampu indikator dari disk drive. Lampu indikator ini hanya menyala jika
sedang mengakses diskdrive saja. Jika diketahui lampu diskdrive tidak menyala
saat mengakses floppy atau menyala terus walaupun tidak mengakses flooppy maka
dapat dipastikan diskdrive mengalami gangguan.
c) CD ROM atau CD RW
Untuk mengetahui kondisi
CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak, dapat dilakukan dengan memasukkan CD.
Dengan memperhatikan kecepatan membaca file dan suara yang dihasilkan ketika
membaca sebuah CD dapat diketahui CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak.
Suara yang bising dan kadang ada suara “krak” perlu diperhatikan kondisi dari
CD-ROM atau CD-RW sudah mengalami gejala kerusakan pada bagian mekanik. Sedangkan
jika CD mengalami gangguan ketika membaca CD dapat diakibatkan oleh optik kotor
atau mengalami kerusakan.
d) Hard disk
Kondisi hard disk dapat
dilihat dari dua sisi yaitu software dan hardware. Namun untuk keakuratan dan
ketepatan lebih baik jika digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat
diketahui kondisi hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari
suara hard disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software dapat
diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi kondisi ruang kosong
hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad sector pada hard disk. Untuk
mengetahui kondisi hard disk dapat digunakan tool yang sudah tersedia dalam
sistem operasi windows, yaitu scandisk dan disk defragmenter.
e) VGA Card
Kondisi yang perlu
diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan memperhatikan putaran fan pada chipset
VGA card tetap lancar tanpa ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi
software dapat digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada
trouble atau tidak.
f) Memori
Untuk memastikan RAM
terpasang dengan benar pastikan tidak adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI
bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah
sistem dapat berjalan dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah
penggunaan memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapat diketahui
kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat dilakukan penyegaran
terhadap RAM atau pembersihan RAM dari program yang tak terpakai sehingga RAM
dapat bekerja optimal.
g) CPU (Central Processing Unit)
Kondisi CPU yang perlu
dipantau adalah penggunaan resource dan suhu pada prosessor tersebut. Untuk
suhu prosessor dipengaruhi dari heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu
kondisi heatsink harus dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan
untuk fan harus dipastikan dapat berputar dengan lancar dan memiliki puratan minimum
5400 rpm. Satu hal lagi yang sangat penting adalah penggunaan tegangan pada
prosesoor atau sering disebut VCORE. VCORE harus dalam lingkup toleransi,
karena jika tegangan kurang atau lebih akan bermasalah pada CPU, semua kondisi
di atas dapat dilihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor atau untuk
motherboard tertentu sudah menyediakan tool untuk memantau kondisi dari suhu
dan tegangan prosesor.
h) Power supply
Untuk kondisi power supply
yang perlu diperhatikan adalah tegangan keluaran 12 volt dan 5 volt nya. Untuk
mengetahui tegangan ini dapat digunakan multimeter atau dengan melihat dalam
BIOS khususnya pada menu hardware monitor.
i) Motherboard
Kondisi yang perlu
diperhatikan dalam motherboard adalah suhu dan fungsionalitas sistem itu
sendiri. Untuk suhu dapat diketahui dari hardware monitor atau mengunakan tool
bawaan motherboard. Sedangkan untuk fungsionalitas sistem dapat diketahui
dengan melihat tampilan hasil pada device manager.
j) Expansion card
Kondisi secara umum yang perku diketahui pada
expansion card adalah posisi expansion card yang telah terpasang dengan
sempurna pada pca slot ISA atau PCI dengan benar. Jika komponen ini telah terpasang
dengan benar maka komponen tersebut akan terdekteksi oleh sistem, dan
selanjutnya tinggal menginstall driver yang sesuai. Komponen yang sudah dikenal
oleh sistem akan otomatis terdeteksi dan dapat digunakan oleh sistem PC.
2) Tool atau program
check komponen
a) Bios
Bios merupakan firmware
yaitu sebuah tool yang telah disediakan dalam motherboard. Cara untuk masuk
kedalam bios tergantung dari merk bios yang digunakan. Untuk jenis bios AMI
AWARD dengan menekan tombol del saat start komputer, sedangkan untuk
bios yang lain dengan menekan F2 atau F1 (tergantung optional di BIOS).
Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang dan dapat juga
digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan motherboard. Selain
mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk mendeteksi kecepatan putaran fan CPU
dan FAN system motherboard. Tegangan juga dapat diketahui dari bios, tegangan
yang dapat dimonitor adalah tegangan pada CPU atau VCORE serta, tegangan 3.3 volt,
5.0 volt dan tegangan 12 volt.
b) Device manger
Device manager digunakan
untuk mengetahui kondisi komponen PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa
komponen sudah dapat dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak
mengalami trouble pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk menghidupkan
dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu. Dari device manager inilah
dapat dilakukan update driver.
c) Disk defragmenter
Disk defragmenter
merupakan tool bawaan windows, tool ini digunakan untuk merawat hard disk dari
file yang terfragmentasi. File yang terfragmentasi akan mengurangi space hard
disk dan akan memperlambat sistem.
d) DirecxtX
DirectX digunakan untuk
mendiagnosis secara keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti
VGA card, soundcard, dan LAN card. Selain digunakan untuk mengetahui kondisi di
atas directX juga dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk mendiagnosa
sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak. Untuk VGA card dilengkapi
dengan test directdraw dan test direct3D, untuk sound dan music dilengkapi
dengan test direct music dan test direct sound.
e) Scandisk
Scandisk digunakan untuk
melakukan perawatan hard disk dan system, meliputi: file alocation table,
struktur file, ada tidaknya bad sector dalam hard disk. Tool ini akan otomatis
dijalankan saat start ketika terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau
salah menekan tombol power. Tool scandisk dapat dipanggil dari start à programà accesoriessà system tool à scandisk. Setelah terlihat
gambar di atas maka akan disediakan pilihan untuk memilih drive apa yang akan
discan dan juga terdapat dua pilihan jenis scan yang diberikan yaitu standard
format dan trough format. Standard format hanya akan mengecek file dan foler
yang error, sedangkan through digunakan untuk men-scan file dan folder dari
error ditambah dengan scan surface hard disk. Hasil scandisk dapat dilihat
seperti gambar di atas, dimana akanditunjukkan hasil report meliputi kapasitas,
ruang kosong hard disk, ada atau tidaknya bad sector, jumlah file dan folder
termasuk yang terhidden dapat terlihat dalam report scan disk.
f) Free RAM XP pro 1.40
Free RAM XP pro 1.40
merupakan freeware, tool ini digunakan untuk memonitor pengunaan dari resource
dari RAM, CPU, virtual memory, penggunaan memory secara menyeluruh dalam
sistem, dan lama uptime sebuah komputer.
Sedangkan perintah go digunakan untuk membersihkan
RAM dari penggunaan program yang tak terpakai lagi.